Pemain Muda Indonesia, Shkodran Mustafi: Jangan Pernah Nyaman Di Zona Nyaman

Pemain Muda Indonesia, Shkodran Mustafi Jangan Pernah Nyaman Di Zona Nyaman

Pemain Muda Indonesia, Shkodran Mustafi: Jangan Pernah Nyaman Di Zona NyamanEgy termasuk sanggup jauhi “homesick” [yang sejauh ini jadi momok pemain Indonesia yang main di luar negeri] semenjak dikontrak Lechia Gdansk pada 2018. Bek Schalke 04, Shkodran Mustafi, menjelaskan bagaimana dia putuskan keluar rumah pada umur 17 tahun untuk memperdalam profesinya sebagai pemain sepak bola.

Sesudah profesi non-profesional di sekolah tinggi Hamburg, Mustafi akui ikhlas tinggalkan hidupnya di Jerman dengan “membolang” ke Inggris untuk menandatangani kontrak professional bersama Everton pada 2009.

Hal tersebut diutarakan Mustafi dalam sesion roundtable bersama Media Indonesia dan Bundesliga, Selasa (23/3).

Baca Juga: Membuat Ulangi Arsenal Semenjak Periode Arsene Wenger

Pemain Muda Indonesia, Shkodran Mustafi Jangan Pernah Nyaman Di Zona Nyaman

Shkodran Mustafi: Jangan Pernah Nyaman Di Zona Nyaman

Terdaftar, Mustafi—yang sekarang berumur 28 tahun—telah mencoba empat liga elite Eropa berlainan, Bandar Judi Online Terlengkap yaitu: Liga Primer Inggris [Everton dan Arsenal], Serie A Italia [Sampdoria], LaLiga [Valencia], dan saat ini di Bundesliga Jerman bersama Schalke.

“Pada intinya jangan sampai takut untuk mengambil langkah. Waktu saya masih berumur 17 tahun, saya memutuskan untuk tinggalkan zone nyaman saya. Jauh dari keluarga, jauh dari rekan, meniti karier di negara orang, kehidupan sosial yang lain, belajar bahasa baru, dan jadi pemain asing di liga yang masih belum pernah saya jajaki,” sebut Mustafi.

“Untuk saya, ini semuanya mengenai tentukan keputusan dan percaya akan hal tersebut. Agen Judi Online Resmi Tidak boleh takut untuk keluar dari zone nyaman,” papar pemain berdarah Albania itu.

“Penting mempunyai keluarga yang memberikan dukungan profesi saya, yakin ke saya, dan mereka selalu berbicara ‘ketika profesi kamu tidak berjalan baik atau kamu tidak berbahagia, kamu akan dapat pulang ke rumah, ini sering jadi rumah kamu’. Ya, dengan demikian saya dapat mengambil langkah tanpa beban,” kata pemain yang bakal lalui puasa Ramadan sebentar lagi ini.

Artikel Terkait:  Jerman Dipermalukan Macedonia Utara, Joachim Low Salahkan Timo Werner

“Saya inginkan ini, saya mengambil keputusan sendiri karena sering jadi mimpi saya untuk bermain di EPL dan Anda jangan pernah takut untuk mengambil langkah, untuk memburu mimpi Anda. Apa lagi saat anda mempunyai keluarga dan rekan-rekan yang selalu memberikan dukungan Anda, yang membuat penetapan keputusan itu bisa menjadi sedikit lebih gampang,” ujarnya.

Artikel diteruskan di bawah ini Keluar dari zone nyaman juga saat ini sedang dilakukan beberapa pemain sepak bola muda Tanah Air, sebutlah saja: Egy Maulana Vikri [Lechia Gdansk, Polandia], Witan Sulaeman [FK Radnik Surdulica, Serbia], Bandar Casino Online Terbesar Bagus Kahfi [FC Utrech, Belanda], Brylian Aldama [HNK Rijeka, Kroasia], Asnawi Mangkualam [Ansan Greeners, Korea Selatan], Syahrian Abimanyu [Newcastle Jets, Australia], Ryuji Utomo (Penang FC, Malaysia).

Ke-7 pemain itu bukan mustahil memacu beberapa pemain muda lain untuk coba keberuntungan di negeri orang, yang minimum sanggup menghindar “homesick” untuk profesi pribadi dan tim nasional Indonesia.

Mustafi balik ke Jerman untuk pertama kali sebagai pemain pro. Pemain yang bergabung dalam tim tim nasional Jerman juara Piala Dunia 2014 itu dihadirkan Schalke dari Arsenal pada tenggat bursa Januari lalu dengan status bebas transfer.

Tetapi, Schalke sedang tidak baik saja. Club yang bertempat di Veltins Tempat itu bonyok musim ini, mengeram di posisi terikuth, dan nyaris ditegaskan akan terdegradasi untuk pertamanya kali semenjak 1989.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *